5 Komplikasi Autisme Yang Harus Anda Ketahui

gangguan autisme

Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan saraf yang dimulai pada beberapa tahun pertama kehidupan. Dalam banyak kasus tidak terdiagnosis sebelum 3 tahun.

ASD dapat mengganggu komunikasi dan keterampilan sosial Anda sampai taraf tertentu. Efeknya tergantung pada di mana autisme Anda berada pada spektrum berat. Ini dapat berkisar dari ringan (sindrom Asperger) hingga parah. Orang dengan ASD ringan biasanya berfungsi penuh dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat. Mereka dengan bentuk ASD yang lebih parah mungkin memerlukan perawatan dan dukungan terus-menerus sepanjang hidup.

ASD dapat menjadi tantangan untuk ditangani sendiri. Ini berlaku untuk pasien dan perawat. ASD sering disertai dengan gangguan dan masalah lain. Gangguan dan komplikasi tambahan ini dapat menambah tantangan dalam mengelola ASD.

Komplikasi ASD

Jika Anda menderita ASD, Anda mungkin mengalami masalah yang signifikan, kejang, gangguan kesehatan mental, atau komplikasi lainnya.

Masalah sensorik

Jika Anda memiliki ASD, Anda mungkin sangat sensitif terhadap input sensorik. Sesuatu yang umum seperti suara keras atau cahaya terang dapat menyebabkan ketidaknyamanan emosional yang signifikan. Di sisi lain, Anda mungkin tidak merespons beberapa sensasi, seperti panas yang ekstrem, dingin, atau nyeri.

kejang

Kejang epilepsi sering terjadi pada orang yang memiliki ASD. Mereka sering dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja.

Masalah kesehatan mental

Memiliki ASD membuat Anda berisiko mengalami depresi, kecemasan, perilaku impulsif, dan perubahan suasana hati.

Gangguan mental

Banyak orang dengan ASD memiliki beberapa tingkat gangguan mental. Anak-anak dengan sindrom X rapuh lebih mungkin untuk mengembangkan ASD. Sindrom ini disebabkan oleh cacat pada bagian X dari kromosom. Ini adalah penyebab umum gangguan mental, terutama pada anak laki-laki.

Tumor

Tuberous sclerosis adalah kelainan langka yang menyebabkan tumor jinak tumbuh di organ Anda, termasuk otak. Hubungan antara sklerosis tuberkulosis dan ASD tidak jelas. Namun, tingkat ASD jauh lebih tinggi di antara anak-anak dengan sklerosis tuberkulosis dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit tersebut, ia melaporkan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Komplikasi lainnya

Masalah lain yang dapat menyertai ASD termasuk agresi, kebiasaan tidur yang tidak biasa, kebiasaan makan yang tidak biasa, dan masalah pencernaan.

Tantangan Perawat

Jika Anda merawat anak atau orang dewasa dengan ASD, penting juga untuk merawat diri sendiri dengan baik. Banyak pengasuh mengalami stres dan kurang tidur. Hal ini dapat menyebabkan kesalahan dalam perawatan. Menjaga kesehatan Anda sendiri bersama dengan nutrisi yang baik, hidrasi, tidur dan olahraga sama pentingnya bagi Anda seperti halnya orang yang Anda sayangi.

Meminta bantuan orang lain dan menerima mereka saat Anda membutuhkannya juga merupakan bagian penting dari kepedulian. Jika Anda kesulitan menyelesaikan persyaratan perawatan Anda, bicarakan dengan dokter Anda. Mereka dapat menawarkan strategi atau sumber daya untuk membantu Anda menavigasi.

Prakiraan jangka panjang

Dengan pengobatan dini dan tepat, banyak anak dengan ASD tumbuh untuk menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif. Program intervensi dini, obat-obatan untuk membantu mengendalikan gejala dan komplikasi, dan lingkungan yang mendukung dapat menumbuhkan masa depan yang menjanjikan bagi orang-orang dengan ASD.

Jika Anda menduga bahwa Anda atau anak Anda menderita ASD, bicarakan dengan dokter Anda.